G
N
I
D
A
O
L

Lima Siswa Mutemsa Mengikuti Pelatihan Inkubasi Calon Saudagar Muda Muhammadiyah : Siap Menjadi Kader Berjiwa Enterpreneur

     Pelatihan Inkubasi calon saudagar muda muhammadiyah #2 (Foto: majelisdikdasmenpnfpwmdiy)

Sleman — Sejumlah lima siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Tempel (MUTEMSA) telah mengikuti pelatihan Inkubasi Calon Saudagar Muda Muhammadiyah (ICSMM) angkatan kedua. Pelatihan berlangsung selama dua hari pada Sabtu-Ahad, 26-27 Juli 2025 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Yogyakarta. Tahun ini SMK Muhammadiyah (MUTEMSA) berkesempatan lolos mengikuti pelatihan ini setelah mengajukan proposal kepada Majelis Dikdasmen dan Pendidikan non Formal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lima siswa yang terpilih mewakili SMK Muhammadiyah 1 Tempel adalah Lutfiatul Yusriah, Hasna hanifah, Amelia Cahyani, Vasty Ayunda Neisya, Muhammad Erdy Prabowo dari kompetensi keahlian Design dan Produk Busana, Akutansi dan Manajemen Perkantoran. Dalam acara Inkubasi calon Saudagar Muda Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah 1 Tempel telah membuat produk busana  bernama Paradyes dengan tema batik teknik tie-dye. Produksi ini dilakukan di sekolah dengan didampingi oleh guru pendamping yaitu Barokatus Aminah selaku guru tata busana dan Ken Piora Sri Budoyojati selaku guru Kewirausahaan. ” Program tersebut sangat bagus diterapkan di tingkat SMA/SMK untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di usia muda. Sehingga anak-anak tidak terpaku ketika lulus sekolah mencari kerja, tetapi lulus sekolah membuka lapangan pekerjaan.  ” tutur Bu Oka sapaan dari Barokatus Aminah.

Dalam Kegiatan ini turut hadir juga Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, S.H., M.M. turut hadir memberikan semangat untuk para peserta. Dalam sambutannya, Masrukhan menekankan akan pentingnya penguasaan soft skill sebagai fondasi utama dalam dunia kewirausahaan.

“Saudagar Muda Muhammadiyah itu tidak hanya  sekadar pedagang, akan tetapi mereka juga  harus mempunyai 4K yaitu Kritis, Kreatif, Komunikatif, dan Kolaboratif. Tanpa itu, bisnis akan sulit berkembang,” pungkasnya.

Masrukhan mencontohkan kesuksesan platform digital seperti Gojek sebagai bentuk keberhasilan dalam membaca peluang, memotong alur konvensional, dan menciptakan nilai bisnis baru berbasis teknologi. Untuk itu, ia mengingatkan para peserta agar tidak takut memulai usaha, meskipun tanpa dukungan modal besar.

“Modal paling besar adalah kejelian. Banyak anak muda sekarang bisa meraih keuntungan jutaan rupiah tanpa modal awal, hanya dengan menjadi reseller atau affiliate marketer. Tapi itu tidak mungkin terjadi tanpa kreativitas dan kemampuan komunikasi yang baik,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, ia berharap ICSMM menjadi inkubator lahirnya pengusaha-pengusaha muda Muhammadiyah yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga mencerahkan masyarakat dan mendakwahkan nilai-nilai Islam. “Semoga seluruh peserta menjadi saudagar Muhammadiyah yang dikenal dunia, dan semuanya bermula dari ruang sederhana ini, di BBPPMPV Seni dan Budaya,” harapnya.

Selama dua hari, seluruh peserta menerima berbagai materi pelatihan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam, serta keterampilan praktis dalam memulai dan mengelola usaha.

Pada hari pertama, pelatihan diisi oleh Erwin Yuniati, S.H., pemilik Bahana Batik yang berbagi kisah suksesnya dalam merintis usaha batik yang kini berkembang pesat. Kemudian dilanjut Gita Danu Pranata, S.E., M.M. membawakan materi bertajuk Ittiba’ Rasul dan Sahabat dalam Membangun Bisnis, yang menekankan pentingnya meneladani etika dan semangat dagang para sahabat Nabi.

Materi selanjutnya disampaikan Dr. Lela Hindasah, yang membekali peserta dengan kemampuan dasar pengelolaan keuangan, seperti perhitungan rugi-laba. Peserta juga diberi materi strategi digital marketing dari Faounder CV ELGNS Creative Indonesia yang merupakan alumni SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta tahun 2020, Rizky Muhammad Aji S. Sementara materi terkahir yaitu penguatan kepemimpinan kewirausahaan oleh Achmad Muhamad.

Hari kedua difokuskan pada praktik penyusunan rencana bisnis. Peserta dibagi ke dalam 3 kelompok yang masing-masing didampingi dua mentor Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil rencana aksi bisnis.

Pihak ICSMM menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berakhir di pelatihan ini saja akan tetapi peserta akan terus didampingi, dan yang terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk memamerkan produk dan usaha mereka secara gratis di acara Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) pada akhir tahun 2025, mendatang. Tentu saja hal ini disambut baik oleh seluruh peserta pelatihan inkubasi terutama peserta dari Mutemsa. dikutip dari pihak ICSMM menyampaiakn bahwa “Kami siapkan stand khusus bagi finalis yang betul-betul serius. Mereka akan tampil di hadapan ribuan pengunjung dan menjadi role model bagi kader muda Muhammadiyah lainnya,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *